WELCOME IN "RENUNGAN PRIBADI", HOPEFULLY..CONTEMPLATIVE IN THIS BLOG CAN BECOME BLESSING AND INSPIRE LONGING OF US TO ALWAYS NEAR BY WITH - HIM


There was an error in this gadget

Monday, April 27, 2009

Tiga Tahap menemukan keselamatan.

Siapakah yang memperkenalkan Yesus kepada anda?

Ini adalah pertanyaan yang mungkin jarang kita renungi. Bagi yang katolik sejak lahir, tentu jawabannya adalah orang tua. Bagi yang katolik setelah remaja atau dewasa, mungkin jawabannya adalah pacar, istri, sahabat dll. Jarang sekali orang menjadi katolik setelah mendengarkan Khotbah, mendengarkan nasehat teman/sahabat apa lagi setelah membaca RENUNGAN...bukan?

Tahap menjadi pengikut Yesus sang Juru selamat tidak tiba-tiba begitu saja. Untuk mengikuti-Nya melalui tahapan yaitu yang pertama dari tidak tahu menjadi tahu, kedua dari mengetahui menjadi mengenal dan yang ketiga dari mengenal menjadi menerima.

Tahap pertama "dari tidak tahu menjadi tahu". Peran kita sebagai pewarta adalah memberi pengetahuan yang sebenarnya tentang Yesus kepada orang yang bertanya. Untuk itu harus kita lengkapi wawasan kita tentang Dia melalui referensi-referensi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Mengikuti pendalaman Kitab suci, sharing iman, dan diskusi dengan romo atau katekis akan lebih baik.

Tahap kedua "dari mengetahui menjadi mengenal". Peran kita sebagai pewarta adalah mengenalkan pengalaman iman kita kepada mereka yang ingin berkenalan dengan Yesus. Untuk mengenalkan pengalaman iman tentunya kehidupan keimanan kita sudah baik dulu. Sebagai contoh: Kita ingin mengenalkan bahwa Yesus sangat mengasihi kita dengan mengorbankan diri Nya di Kayu sallib, sehingga kitapun wajib mengasihi sesama. Tetapi pada kenyataan sehari-hari hidup kita jauh dari KASIH...nah bagaimana mungkin kita dapat mengenalkan KASIH?
Oleh karena itu pada Tahap kedua ini, tugas kita yaitu membenahi dulu kehidupan iman kita.

Tahap ketiga "dari mengenal menjadi menerima". Seseorang tidak bisa memaksa orang lain untuk menerima sesuatu. Kata "MENERIMA" artinya ada unsur keterbukaan atau membuka diri. Sebagai contoh kalau kita menerima tamu saja, kita harus membuka pintu rumah kita. Untuk menerima Yesus sebagai Juru selamat dalam kehidupannya, seseorang dengan kesadarannya sendiri mau membuka rohaninya menyambut kehadiran Yesus. Karena keterbatasan kita tidak bisa memaksa pikiran dan rohani orang lain, maka hanya ROH KUDUS lah yang melaksanakan peran ini. Tugas kita hanyalah meminta bantuan roh kudus yang bersumber dari Allah yang pencipa.


Semoga renungan ini menjadi berkat buat pembaca yang budiman...amien..

No comments:

Post a Comment

Popular Posts