WELCOME TO MY BLOGG "RENUNGAN PRIBADI", I HOPE MY THOUGHTS THAT WRITTEN IN THIS BLOG CAN BE INSPIRED TO UNDERSTAND THE MESSAGE FROM GOD IMPLIED IN EVERYDAY ACTIVITIES.

Jumat, 26 Oktober 2018

Akibat "Hoax"

Akhir-akhir ini cukup ramai diberitakan di televisi tentang seorang wanita (69 th) mengakui  (karena "ketahuan") dan menyesal atas berita bohong (hoax) yang telah sengaja dibuatnya Bayangkan bila perbuatannya ini tidak ketahuan, pasti suasana lebih ramai lagi.

Di jaman "internet" sekarang ini, sebuah berita sangat cepat menyebar; dengan banyaknya medsos antara lain: WA, IG, Youtube dll. Tersebarnya berita-berita hoax tentu akan mengacaukan situasi di masyarakat. Saat ini tidak mudah untuk membedakan antara berita asli atau hoax. Berita hoax kelihatannya sangat meyakinkan kebenarannya. Namun beberapa hari kemudian, barulah masyarakat menyadarinya kalau itu berita palsu  setelah terbongkar kepalsuan berita tersebut; tetapi opini sudah terlanjur terbentuk. 

Sejak kapan sih ada hoax itu? (baca: Kejadian 3 : 1 sd 5) Wow!.. ternyata sejak jaman Adam dan Hawa. Iblis menyampaikan berita bohong kepada Hawa, ketika Adam tidur. Hoax tentang "Pohon pengetahuan" yang ada di Taman Eden, itulah hoax pertama di jagatraya. Iblis menjadi bapa hoax sedunia dan dampak dari hoax tersebut, manusia terusir dari Surga. Jadi, kalau saat ini ada orang menyebar hoax, sama artinya orang tersebut menjadi hamba Iblis. (Baca: Yoh 8: 44).

"Saksi dusta tidak akan luput dari hukuman, orang yang menyembur-nyemburkan kebohongan akan binasa" (Amsal 19 : 9). Banyak contoh orang  yang menyebar berita palsu berujung di dalam penjara; masa depan hidupnya tamat (="binasa"). Orang-orang akan sulit percaya padanya, dan ia menggali lubangnya sendiri; artinya ia sudah tidak terpakai lagi. Alkitab menyatakan dengan tegas yaitu: "Saksi dusta tidak akan luput dari hukuman". Dimana tempat para saksi dusta pada akhir jaman nanti (baca : Why 22 : 15). 

(Baca: Mat 26 : 59-61) Perhatikan pada kalimat sbb: 
"... seluruh Mahkamah Agama mencari kesaksian palsu".
"... Tampil banyak saksi dusta".
Bayangkan betapa parahnya pengadilan pada saat Yesus diajukan ke mahkamah agama, kata "seluruh" - bukan "sebagian"; tampil banyak saksi dusta ; semuanya bertujuan untuk mengakhiri hidup Yesus = mengakhiri ajaran-Nya.

Lalu perhatikan ayat 61".. orang ini berkata: Aku dapat merubuhkan Bait Allah dan membangunnya kembali dalam tiga hari";  perkataan tersebut keluar dari mulut Yesus dan itu benar apa adanya; tetapi makna kalimat tersebut disalahgunakan untuk menuduh Yesus telah menghujat Allah. Hoax bisa dari fakta yang benar terjadi, tetapi "disalah gunakan" untuk tujuan yang tidak benar. Itu semua karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat; dosa menutup hati mereka.

Sejarah membuktikan, pada tahun 70 M Bait Suci (tempat ibadah Yahudi pada waktu itu) dibakar, dirobohkan dan landasannya digali serta dibuang atas perintah Jenderal Romawi - Titus. Saksi dusta tidak akan luput dari hukuman. Apakah ini bentuk hukuman bagi mereka? 

Pada masa itu (abad pertama), Yesus hadir di tengah bangsa yang sudah beragama (Yahudi). Mereka sudah dipimpin Imam-imam dan memiliki para Ahli Kitab Taurat pada masa itu. Tetapi sayangnya mereka mengamalkan ajaran agama tidak sesuai dengan yang dikehendaki Allah. Salah satu contoh: tentang menguduskan hari sabat - orang Yahudi dilarang bekerja pada hari sabat. Yesus secara terang-terangan mengkritik dengan menyembuhkan orang di hari sabat.  Kehadiran Yesus ditengah-tengah bangsa tersebut membuat mereka terpecah menjadi dua kubu; kubu yang pro ke Yesus dan kubu yang pro ke Imam Yahudi.

Berawal dari 12 orang murid yang mengikut -Nya, Yesus berkeliling wilayah Galilea dengan berjalan kaki; memberitakan Kabar Sukacita tentang Kerajaan Sorga selama tiga tahun. Yesus melakukan mukjizat-mukjizat di hadapan banyak saksi mata, salah satunya yaitu ketika 5 roti dan 2 ikan menjadi berlipat ganda; lebih dari 5000 pasang mata menyaksikan mukjizat tersebut. Para saksi mata tersebut tentu tidak dapat menahan sukacita untuk menceritakan ke anak cucu mereka, demikian pula anak cucu mereka meneruskan kisah itu pada keturunan-keturunan mereka. 

Orang buta - melihat; orang lumpuh - berjalan; orang bisu - berbicara dll. banyak mukjizat yang dilakukan Yesus sebagai bukti penggenapan nubuat  dalam Perjanjian Lama bahwa Dialah Mesias yang dinanti-nantikan orang Yahudi. Para Farisi dan Ahli Kitab tentu sangat menguasai betul Taurat dan nubuat dari para Nabi-nabi terdahulu. Tetapi tidak semua keturunan Israel menerima dan mengakui Yesus adalah Mesias, mengapa? Karena dosa-dosa telah menutupi hati mereka. 

Israel memang dipilih oleh Allah sebagai bangsa yang dipercaya melahirkan para Nabi-nabi sampai pada masa kehadiran Yesus sendiri. Ini adalah bukti bahwa Allah memilih satu bangsa sebagai bangsa yang menjadi saluran keselamatan-Nya, yaitu Israel.  Sampai pada suatu masa, dimana "batu" yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan menjadi "batu penjuru". Yesus diabaikan dan ditolak oleh bangsanya sendiri lewat hoax dari saksi dusta dalam persidangan Mahkamah Agama saat itu. Tetapi fakta sejarah membuktikan, jumlah pengikut Yesus saat ini sekitar 2,4 miliyar jiwa, tetapi pengikut agama Yahudi hanya 14 juta jiwa. 

Tuhan Yesus memberkati.
Amin.

Postingan Populer


Pembaca yang budiman,

Saya sangat senang bila tulisan dan pemikiran saya dicopy/disebarluaskan dan mohon mencantumkan "credit" sumber dari https://materirenungan.blogspot.com
Terimakasih.
Salam hormat,
Albert AFB.