WELCOME IN "RENUNGAN PRIBADI", HOPEFULLY..CONTEMPLATIVE IN THIS BLOG CAN BECOME BLESSING AND INSPIRE LONGING OF US TO ALWAYS NEAR BY WITH - HIM

Total Tayangan Halaman

Cari Blog Ini

Selasa, 10 April 2018

Yesus punya akun di Sosmed?

Saya ingin mengajak anda membayangkan, seandainya Instagram, twiter atau WA sudah ada sejak jaman Yesus. Kalau Yesus punya akun di sosmed tadi - kira-kira nich.... Apa saja yang Yesus posting dan foto2 apa yang diupload pada akun tersebut? 

Kita tentu tahu bahwa Raja Salomo terkenal sebagai raja yang penuh hikmat. Amsal Salomo tentang etika/aturan manusia berkomunikasi cukup banyak. Sebagai sample antara lain: Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang (Amsal 16:24) ; Perkataan memiliki kuasa untuk menghancurkan atau membangun kembali (Amsal 12:6 ); Orang yang berpengetahuan menahan perkataannya, orang yang berpengertian berkepala dingin (Amsal 17:27) dan masih banyak lagi ayat lain dengan tema etika bekomunikasi. Hal ini menandakan bahwa raja Salomo mengganggap berkomunikasi yang baik itu sangat penting dalam kehidupan ini

Dengan adanya berbagai macam Sosial Media dan mudahnya akses internet di jaman sekarang, menyebabkan semua orang dari berbagai usia dan tempat di dunia ini dapat dengan mudah mengungkapkan/mengekspresikan isi hati dan perasaan di Sosmed yang tersedia. Dalam hitungan detik, rangkaian kata-kata tersebut sudah tersebar di dunia digital. Setelah "ditabur" (terposting), maka langsung "menuai" respon yang positif maupun yang negatif. Respon negatif dapat menyebabkan permusuhan, bahkan dapat merusak persatuan/kerukunan bangsa. Respon positif menyebabkan persatuan, kerukunan dan suasana yang damai.

Saya mebayangkan seandainya yang duduk di sebelah kita saat ini ada Tuhan Yesus, lalu kita berbincang-bincang dan bertanya kepada Tuhan: "Tuhan.. saya bikin tulisan nich.. ntar mau diposting  (sambil memperlihatkan hape ke Tuhan).. isinya tentang karya2 Engkau yang ajaib dan tidak dapat dilakukan oleh siapapun di dunia ini kecuali Engkau sendiri.. endingnya sich mau nyampein kalo  JALAN yang kupilih ini sungguh yang paling benar dan yang lain itu salah.. tapi kalimat yang akan saya posting ini mungkin akan menyinggung dan menyakiti perasaan orang lain.. gimana ya menurut Tuhan?"  - Bayangkan (sambil pejamkan mata), bagaimana reaksi Tuhan Yesus, apakah Yesus menganggukan kepala -  atau menggelengkan kepala-Nya? 
Jika terbayang Yesus menggelengkan kepala.. maka jangan posting tulisan itu!. Bila tetap mau di posting, di edit dulu dan buang kalimat-kalimat yang bakal menyakiti perasaan orang lain, itu saran saya sebagai solusi menghindari postingan yang berdampak negatif.

Kita tentu paham betul bahwa di dunia ini ada baik dan buruk, ada roh kudus dan ada roh yang jahat (iblis/setan dll).  Kalau seseorang mengeluarkan (lisan maupun tulisan) kata2 buruk seperti menghina, fitnah, kebencian, dll., nah...menurut anda dia kemasukan roh yang mana? Sekarang logika sebaliknya, kalau orang kemasukan/bergaul dengan roh kudus, menurut anda kira-kira kata2 yang bagaimana keluar dari mulutnya?.....  Pernahkah anda melihat ada orang yang baru keluar dari parkiran tempat ibadah.. masih di gerbang sudah mengeluarkan kata-kata/isyarat yang buruk ke supir angkot atau pejalan kaki karena menghalangi jalan?. Pernahkah anda mendengar/membaca artikel, tulisan, puisi yang dibuat oleh seseorang yang rajin dan taat melaksanakan perintah agama,  namun isi tulisannya menyakiti perasaan orang lain, dan berdampak permusuhan, perpecahan bahkan kekacauan di masyarakat? (cukup dijawab dalam hati ya..hehe). 
Atau...(amit-amit), justru kita sendiri malah pernah melakukan seperti itu?..hahaha.

Sebagai manusia tentu kita pernah berbuat salah.. namun percayalah bahwa Allah Bapa maha baik.. dan Dia maha pengampun. Dia selalu memberikan kesempatan kepada kita untuk bertobat, justru kita sendirilah yang berat sekali mengambil kesempatan itu. 

Doa:
Ya Bapa, Allah yang maha kasih, ampuni kami yang sering lupa kalau Engkau setiap saat selalu ada di samping kami, terlebih disaat kami akan memposting sesuatu, menulis sesuatu, berkomunikasi dengan orang disekitar kami Engkau memperhatikan kami. Kami lupa "berkonsultasi" dengan Engkau, dan tidak peka dengan persetujuan-Mu. Karena keegoisan kami, sehingga kami tidak merasakan kalau engkau "menggelengkan" kepala dengan apa yang kami tulis dan kami ucapkan. 
Bapa yang maha rahim,  tuntun kami dengan roh kudus-Mu agar kami dapat memperbaiki kesalahan-kesalahan kami dan menjadi pribadi yang lebih baik dari hari-hari sebelumnya. Demi Yesus Kritus - Tuhan dan juru selamat kami, kini dan sepanjang segala masa,
Amiiiin..

3 Postingan Populer