WELCOME TO MY BLOGG "RENUNGAN PRIBADI", I HOPE MY THOUGHTS THAT WRITTEN IN THIS BLOG CAN BE INSPIRED TO UNDERSTAND THE MESSAGE FROM GOD IMPLIED IN EVERYDAY ACTIVITIES.

Kamis, 14 Februari 2019

Pasrah bukan putus asa

Apakah ada perbedaan makna dari kedua ungkapan diatas? Kedua ungkapan tersebut memang sering digunakan orang yang menghadapi situasi ketika sudah tidak bisa melakukan usaha apapun lagi. Seperti ketika seseorang yang berlari dikerjar Singa ia menyeberangi jurang melewati sebuah jembatan, namun sampai ditengah jurang – ternyata jembatannya putus. Tidak ada jalan lain; pilihannya pasrah atau putus asa. Cuma kadang-kadang kita bingung apakah saat ini saya sedang pasrah atau sebenarnya putus asa.

Saya mencoba mencari pendapat spontan dari beberapa orang yang saya ajak berdialog tentang pasrah dan putus asa. Hasilnya saya simpulkan sebagai berikut: Pasrah dan putus asa sama-sama berhenti melakukan usaha. “Pasrah” masih mengandalkan kehendak Tuhan, tetapi “putus asa” tidak mengandalkan Tuhan. “Pasrah” umumnya bersikap menerima keadaan, tetapi “Putus asa” umumnya tidak menerima keadaan. Itulah beberapa pendapat orang secara spontan tentang dua ungkapan tersebut.

Namun saat ini marilah kita simak bagaimana menurut KBBI. Kata “Pasrah” mengandung arti : menyerahkan sepenuhnya. Contoh: Saya pasrah (=menyerahkan sepenuhnya) kepada kehendak Tuhan. Sedangkan kata “Putus asa” berarti: habis (hilang) harapan; tidak mempunyai harapan lagi. Contoh: Saya sudah putus asa (= hilang harapan), karena memang tidak ada obatnya.

Sampai saat ini di abad 21 ternyata ilmu kedokteran belum menemukan suatu obat untuk menyembuhkan seseorang yang terjangkit AIDS. Ketika seseorang tiba-tiba mendapat berita bahwa dirinya terkena virus HIV, ada dua pilihan reaksi yang mungkin terjadi yaitu “Pasrah” atau “Putus asa”. Bagaimana membedakan reaksi tersebut, apakah pasrah atau putus asa?

Kata “Putus asa” dapat dihubungkan dengan situasi/keadaan atau dihubungkan dengan kehendak Tuhan; demikian pula kata “pasrah” dapat dihubungkan dengan situasi/keadaan atau dihubungkan dengan kehendak Tuhan. Kalau kita utak-atik kata-kata tersebut maka kombinasinya adalah sebagai berikut:
a. Putus asa terhadap situasi/keadaan
b. Putus asa terhadap kehendak Tuhan
c. Pasrah terhadap situasi/keadaan
d. Pasrah terhadap kehendak Tuhan.
(Ingat : Putus asa = Hilang harapan; Pasrah = Menyerahkan sepenuhnya). Maka kalau kita ganti kata putus asa dan pasrah menjadi demikian:

a. Hilang harapan terhadap situasi/keadaan
b. Hilang harapan terhadap kehendak Tuhan
c. Menyerahkan sepenuhnya terhadap situasi/keadaan
d. Menyerahkan sepenuhnya terhadap kehendak Tuhan

Markus 5:25-29. 25) Adalah di situ seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan. 26) Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sehingga telah dihabiskannya semua yang ada padanya, namun sama sekali tidak ada faedahnya malah sebaliknya keadaannya makin memburuk. 27) Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus, maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya. 28) Sebab katanya: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh." 29) Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya.

Wanita yang pendarahan selama duabelas tahun ini tentu sangat putus asa ketika belum mengenal Yesus. Ia sudah hilang harapan untuk sembuh. Tetapi ketika ia berjumpa dengan Yesus, imannya yang kuat membuatnya menyerahkan sepenuhnya pada kuasa mukjizat Yesus.

Buah-buah iman yang kuat dari kisah diatas adalah suatu karunia kesembuhan dari Tuhan. Iman membuat sikap putus asa berubah menjadi sikap pasrah. Tetapi kalau kualitas iman melemah; maka sikap pasrah malah dapat berubah menjadi sikap putus asa. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk selalu mempertahankan dan menjaga kualitas iman kita.

Tuhan memberkati.
Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Postingan Populer


Pembaca yang budiman,

Saya sangat senang bila tulisan dan pemikiran saya dicopy/disebarluaskan dan mohon mencantumkan "credit" sumber dari https://materirenungan.blogspot.com
Terimakasih.
Salam hormat,
Albert AFB.